Menjaga Keseimbangan,
Merupakan Kunci Mencapai Kepuasan
Komposisi perbandingan jumlah air dan teh, serta jenis teh yang digunakan sangat menentukan kualitas rasa teh. Ini terbukti dari beberapa uji coba yang dilakukan. Untuk teh celup, komposisi perbandingannya adalah 1 kantong yang berukuran 2 gram teh cukup diseduh
250 cc air air mendidih agar hasilnya baik.
Bagi yang menginginkan teh yang 'kuat' atau 'agak sepet', maka 1 kantong teh celup dapat diseduh dengan 150 CC air mendidih. Namun jangan diseduh terlalu encer karena tidak memberikan cita rasa teh yang diinginkan.

Sedangkan untuk teh seduh yang 'kuat' atau 'agak sepet', perbandingannya 6-8 gram (1 sendok makan penuh atau sekitar 1 bungkus teh lusinan) untuk 300 cc air mendidih. Penyeduhan dengan komposisi 10 gram teh seduh dan 900 cc air mendidih akan menghasilkan rasa teh yang tidak terlalu sepet yakni. Komposisi ini menghasilkan teh yang baik dari segi warna, aroma, mapun rasa. Agar rasanya lebih nikmat sebaiknya gunakan Teh Celup dan Teh Seduh Sosro, yang kualitasnya benar-benar terjamin.
                            Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/11 November 2001)

Rasa Teh yang Pas Bisa Diatur Menurut Waktu
Bila menginginkan aroma dan rasa teh yang baik seduhlah dengan air mendidih agar aroma atau senyawa volatil maupun kelompok senyawa katekin, kafein, serta asam amino keluar secara maksimal sehingga cita rasa dan aroma teh lebih terasa.
Selain itu juga membuat minuman teh lebih higienis. Namun proses penyeduhannya jangan dilakukan dengan cara menggodok langsung di atas api (penjerangan). Karena akan menyebabkan aroma teh kurang enak dan akan menimbulkan rasa "nyinyir' pada teh.
Lamanya penyeduhan juga turut mempengaruhi rasa teh. Untuk teh celup seduh antara 2-3 menit, sedangkan teh bubuk selama 5-10 menit agar getah yang menyebabkan teh menjadi pekat dan kurang nikmat tidak keluar. Cara ini bisa Anda praktekkan pada produk Sosro, untuk mendapatkan segelas teh yang nikmat.
                       
                          Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/04 November 2001)

Sesuatu yang Perlahan-lahan, Rasanya Pasti Mengesankan
Tak susah mengenali teh berkualitas. Cukup seduh air panas. Untuk black tea, hasil seduhannya perlahan-lahan berwarna merah terang dan jernih. Demikian juga untuk Teh Jasmine, perlahan-lahan seduhannya berwarna coklat keemasan dan jernih. Sedangkan teh kurang baik langsung berwarna merah, pekat, dan keruh. Teh tersebut dikenal dengan istilah "teh curbang". Teh curbang terjadi karena proses pengeringannya (sangrai) terlalu berlebihan atau temperatur telalu tinggi sehingga gosong, yang menyebabkan proses karamelisasi dan aroma kurang sedap yakni beraroma gosong.
Penyebab lain teh menjadi curbang karena terlalu lama disimpan sehingga mengalami proses oksidasi, yaitu proses terikatnya unsur oksigen dalam suatu persenyawaan kimia. Pada proses oksidasi ini, terbentuk thea flavin (pembawa warna merah) akibat reaksi oksigen dengan katekin, yang mengakibatkan warna merah pada seduhan teh.
Sedangkan untuk black tea penyebab lainnya karena fermentasinya tidak terkontrol. Untuk mendapatkan teh hitam memang harus melalui proses fermentasi, yaitu proses dimana oksidasi enzimatis terhadap senyawa polifenol (catechin) sehingga menghasilkan theaflavin & thearahigin. Kedua senyawa inilah yang mengakibatkan warna seduhan teh hitam menjadi berwarna merah coklat. Sebaliknya, bila diseduh air mendidih dan warnanya seduhannya perlahan-lahan berubah maka itu adalah teh berkualitas. Contoh teh seperti itu bisa ditemukan pada Teh Celup Sosro dan Teh Seduh Sosro.
                            Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/28 Oktober 2001)

Rasa Teh yang Unik, Membuat Orang Jatuh Cinta
Teh memiliki cita rasa unik yang disebut rasa sepet. Dalam istilah Tea Taster's, rasa sepet diartikan dengan istilah astringency, jadi tidak menunjuk pada pengertian rasa pahit. Rasa sepet berbeda sama sekali dengan rasa pahit. Rasa pahit lebih menunjuk kepada rasa kopi.
Rasa sepet teh tersebut sangat dipengaruhi oleh keberadaan kandungan senyawa cathecin dan komposisi masing-masing catechin seperti epigallocatechin (ECG), epicatechin (EC), epigallocatechin gallate (EGCG), dan epigallocatechin (EGC).
Dengan rasa sepet yang dimilikinya membuat teh digemari banyak orang, sehingga diminum secara rutin dan teratur. Untuk mendapatkan rasa sepet teh yang terbaik dan nikmat, sebaiknya memilih produk Sosro. Karena dalam proses pengolahan setiap produknya, Sosro sangat ahli dan cermat dalam menentukan komposisi rasa dan aroma teh yang terbaik
                            Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/21 Oktober 2001)

Penerapan Rumus yang Rumit
Bisa Memberikan Kepuasan
Pemetikan teh memerlukan ketelitian tinggi karena memiliki rumusan tersendiri. Rumusan tersebut dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu:
1. Petikan halus dengan rumus p+1 atau b+1 m. Artinya pucuk yang dihasilkan terdiri dari pucuk peko (p) dengan satu daun, atau pucuk burung (b) dengan satu daun muda (m).
2. Petikan medium, dengan rumus p+2, p+3, b+1 m, b+2 m, b+3 m. Rumus ini menandakan bahwa pucuk yang dihasilkan terdiri dari pucuk peko dengan dua daun, 3 daun muda, serta pucuk burung dengan satu, dua, atau tiga daun muda.
3. Petikan kasar, dengan rumus p+4 atau lebih dan b+(1-4). Ini berarti pucuk yang dihasilkan terdiri dari pucuk peko dengan empat daun atau lebih dan pucuk burung dengan beberapa daun tua.
Untuk menghasilkan teh berkualitas, rumus pemetikan yang digunakan adalah petikan halus p+1 atau b+1 m. Memang tidak mudah menerapkan rumus tersebut, tapi Sosro melakukannya untuk menghasilkan teh yang terbaik.
                            Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/ 13 Oktober 2001)

Yang Sedap dan Yang Mematikan di Mulut
 
Selain nikmat ternyata teh bisa menjaga kesehatan mulut dan gigi. Hal tersebut terungkap dari sebuah penelitian di laboratorium yang dilakukan Dr. Milton Schiffenbauer, seorang peneliti pada Pace University New York. Dari hasil penelitiannya menunjukkan kalau teh mampu mengurangi virus di rongga mulut dan bakteri berbahaya yang menyebabkan karang gigi dan sakit gusi. Pada penelitian tersebut, Dr. Milton Schiffenbauer dan timnya menyuntikkan ekstrak berbagai jenis teh pada jaringan lunak hewan yang terinfeksi virus seperti virus herpes dan virus T1 maupun yang terinfeksi bakteri Escheruchia coli (E.Coli). Terbukti bahwa virus dan bakteri tersebut menjadi nonaktif hanya dalam waktu beberapa menit.
Sementara itu, Dr. Christina Wu, salah seorang peneliti dariUniversity of Illionis College of Dentistry, menemukan bahwa senyawa dalam teh mampu mencegah bakteri berbahaya yang menyebabkan karang gigi dan sakit gusi; selain teh juga sumber fluoride untuk menguatkan gigi. Jadi bila sedang menikmati produk Sosro, sebenarnya Anda pun menjaga kesehatan mulut dan gigi.
                            Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/ 7 Oktober 2001)

Yang Muda Memang Lebih Asyik Kualitasnya

Teh memiliki kualitas tinggi bila diolah dari bagian pucuk daun teh yakni 1 daun pucuk ditambah 2 daun muda. Di pucuk daun muda inilah terdapat senyawa polifenol golongan catechin, kafein serta asam amino dalam konsentrasi dan jumlah yang tinggi. Senyawa catechin, sebagai salah satu komponen bioaktif teh, sangat mempengaruhi kualitas warna, aroma, dan rasa sepet pada teh. Selain itu, catechin juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah maupun menghambat serangan-serangan tidak terkendali pada kelompok sel tubuh seperti membran sel, DNA, dan lemak oleh radikal bebas
dan senyawa oksigen reaktif.

Semakin tua daun teh, semakin berkurang kadar catechinnya maupun senyawa lainnya, sehingga mengurangi kualitas warna, aroma dan rasa sepet pada teh. Itulah sebabnya produk Sosro hanya dibuat dari daun pucuk untuk hasil teh terbaik.
                          Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/30 September 2001)

Ada Sentuhan Jari Tangan yang
Memberi Rasa Puas
Kualitas teh tidak hanya dipengaruhi
mesin
dan peralatan yang baik maupun teknik pengolahan, tapi juga jenis dan cara pemetikan. Jenis pemetikan yang biasa dilakukan adalah pemetikan halus, medium dan kasar. Untuk hasil berkualitas, maka yang dilakukan adalah petikan halus dimana hanya bagian pucuk daun yang diambil. Tapi umumnya pemetikan yang dilakukan adalah jenis medium dengan komposisi: pucuk medium 70%, pucuk halus 10%, dan pucuk kasar 20%, untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus mempertahankan kualitas teh.
Sedangkan cara pemetikan yang tepat yaitu menggunakan ibu jari dari telunjuk dengan memetik satu-persatu tanpa ditarik. Pucuk dalam genggaman tak boleh terlalu banyak dan langsung dimasukkan ke keranjang agar tidak rusak dan terjaga kesegarannya. Jenis dan cara pemetikan yang baik selalu diikuti dan dikontrol secara ketat oleh Sosro, untuk mendapatkan produk teh berkualitas yang pada akhirnya memberikan kepuasan pada konsumen.
                   Ringkasan ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/23 September 2001)

                                          / Back to previous page /