 |
Teh
memiliki kualitas tinggi bila diolah dari bagian pucuk daun
teh yakni 1 daun pucuk ditambah 2 daun muda. Di pucuk daun
muda inilah terdapat senyawa polifenol golongan catechin,
kafein serta asam amino dalam konsentrasi dan jumlah yang
tinggi. Senyawa catechin, sebagai salah satu komponen bioaktif
teh, sangat mempengaruhi kualitas warna, aroma, dan rasa sepet
pada teh. Selain itu, catechin juga berperan sebagai antioksidan
yang mampu mencegah maupun menghambat serangan-serangan tidak
terkendali pada kelompok sel tubuh seperti membran sel, DNA,
dan lemak oleh radikal bebas
dan senyawa oksigen reaktif.
|
|
Semakin
tua daun teh, semakin berkurang kadar catechinnya maupun
senyawa lainnya, sehingga mengurangi kualitas warna,
aroma dan rasa sepet pada teh. Itulah sebabnya produk
Sosro hanya dibuat dari daun pucuk untuk hasil teh terbaik.
|
|
Ringkasan
ini telah dimuat di Harian Umum Kompas, (Minggu/30 September
2001) |
|
|
|
|
Ada
Sentuhan Jari Tangan yang
Memberi Rasa Puas
|
|
|
|
 |
Kualitas
teh tidak hanya dipengaruhi
mesin
dan peralatan yang baik maupun teknik pengolahan, tapi
juga jenis dan cara pemetikan. Jenis pemetikan yang
biasa dilakukan adalah pemetikan halus, medium dan kasar.
Untuk hasil berkualitas, maka yang dilakukan adalah
petikan halus dimana hanya bagian pucuk daun yang diambil.
Tapi umumnya pemetikan yang dilakukan adalah jenis medium
dengan komposisi: pucuk medium 70%, pucuk halus 10%,
dan pucuk kasar 20%, untuk menjaga kesinambungan produksi
sekaligus mempertahankan kualitas teh.
|
|
Sedangkan
cara pemetikan yang tepat yaitu menggunakan ibu jari
dari telunjuk dengan memetik satu-persatu tanpa ditarik.
Pucuk dalam genggaman tak boleh terlalu banyak dan langsung
dimasukkan ke keranjang agar tidak rusak dan terjaga
kesegarannya. Jenis dan cara pemetikan yang baik selalu
diikuti dan dikontrol secara ketat oleh Sosro, untuk
mendapatkan produk teh berkualitas yang pada akhirnya
memberikan kepuasan pada konsumen.
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
|