Kisah SHEN NUNG
Negeri Cina dipercayai sebagai tempat kelahiran tanaman Teh.
Kisah yang paling banyak diikuti tentang asal usul Teh, adalah
cerita tentang Kaisar Shen Nung yang hidup sekitar tahun 2737
sebelum masehi. Kaisar Shen Nung juga disebut sebagai Bapak
Tanaman Obat-Obatan Tradisional Cina saat itu. Konon kabarnya, pada suatu hari ketika sang
Kaisar sedang bekerja di salah satu sudut kebunnya, terlebih dahulu ia merebus air dikuali
di bawah rindangan pohon. Secara kebetulan, angin bertiup cukup keras dan menggugurkan
beberapa helai daun pohon tersebut dan jatuh kedalam rebusan air dan terseduh. Sewaktu
sang Kaisar meminum air rebusan tersebut, ia merasa bahwa air yang diminumnya lebih sedap
daripada air putih biasa, dan menjadikan badan lebih segar.
Daun yang terseduh kedalam rebusan air sang Kaisar adalah daun Teh.
Dan sejak saat itu teh mulai dikenal dan disebarluaskan.
(Gambar diambil dari buku : "China-Homeland of Tea", diedit
oleh "China National Native Produce & Animal By Products Import & Export
Corporation", dan diterbitkan bekerja sama dengan "Educational & Cultural
Press Ltd. Hongkong", 1989.)
|
Kisah DARUMA
Bangsa Jepang, memiliki cerita
lain tentang Teh yang dikaitkan dengan penyebaran agama Budha oleh seorang pendeta budha bernama Daruma
yang hidup sekitar tahun 520 M. Menurut legenda, pohon Teh pertama tumbuh dari potongan kelopak matanya. Hal tersebut terjadi karena
sewaktu Daruma sedang bertapa, ia tertidur dan ketika terjaga ia
sangat marah karena ia sampai tertidur pada saat bertapa. Untuk mencegah jangan sampai
tertidur kembali, maka Daruma memotong kedua belah kelopak
matanya dan dibuang ke tempat tak jauh dari dia bertapa. Tidak lama setelah itu, tempat
dimana kedua belah kelopak mata Daruma dibuang tumbuhlah pohon
yang kita sebut sebagai pohon Teh dan menjadi tanaman Teh pertama versi Bangsa Jepang.
|
Kisah LU YU
Untuk pertama kalinya pada tahun 780
seorang cendikiawan bernama LU YU mengumpulkan dan membukukan temuan-temuan akan manfaat
dan kegunaan Teh kedalam sebuah literatur mengenai Teh, yaitu Ch'a Cing
atau The Classic Of Tea.
(Gambar diambil dari buku : "China-Homeland of Tea", diedit
oleh "China National Native Produce & Animal By Products Import & Export
Corporation", dan diterbitkan bekerja sama dengan "Educational & Cultural
Press Ltd. Hongkong", 1989.)
|
PENYEBARAN TEH
DUNIA
A. Jalur Sutra
Selama masa pemerintahan Dinasti Han Tang Soon
dan Yuan, komoditas Teh diperkenalkan ke dunia luar
( dari Cina ) melalui pertukaran kebudayaan menyeberangi Asia Tengah menyelusuri Jalur
Sutera.
(Gambar diambil dari :
"Microsoft Encarta 96 World Atlas", Microsoft Corporation.)
|
B. East
India Company
Pada tahun 1644, East India Company yaitu perusahaan perdagangan Inggris dibawah
pemerintahan Ratu Elizabeth I - membuka kantor di Xiamen. Pada masa itulah, daun Teh
dikenal umum sebagai minuman yang diseduh dengan air panas. Dan tahun 1669, East India
company mendapatkan lisensi mendatangkan komoditas Teh dari Cina
ke Inggris dengan menggunakan kapal Elizabeth I selama sembilan tahun memonopoli
perdagangan Teh sampai dengan tahun 1833.
(Gambar diambil dari buku : "The Book of Tea", Flammarion,
1992.)
|
C. Boston
Tea Party
Bagian cukup menarik dari kisah perdagangan Teh
oleh bangsa Inggris adalah ketika East India Company pada tahun 1773 boleh berdagang Teh
langsung dari Cina ke Amerika ( yang pada saat itu masih termasuk ke dalam koloni bangsa
Inggris ) dengan memotong jalur perdagangan dan perpajakan yang merugikan exportir Eropa
dan Importir Amerika. Peristiwa itu mengakibatkan marahnya penduduk Boston, dan pada saat
kapal pengangkut komoditas Teh merapat di pelabuhan Kota Boston,
maka serentak penduduk kota tersebut menaiki kapal dan membuang seluruh peti yang berisi
komoditas Teh kedalam laut peristiwa itu dikenal sebagai BOSTON
TEA PARTY yang berakibat pula tercetusnya revolusi Bangsa Amerika terhadap penjajahan
bangsa Inggris.
(Gambar diambil dari
buku : "The Book of Tea", Flammarion, 1992.)
|
D. Masuknya
Teh ke Indonesia
Teh dikenal di Indonesia sejak tahun 1686
ketika seorang Belanda bernama Dr. Andreas Cleyer membawanya ke Indonesia yang pada saat
itu penggunaannya hanya sebagai tanaman hias.
Baru pada tahun 1728, pemerintah Belanda mulai memperhatikan Teh
dengan mendatangkan biji-biji Teh secara besar-besaran dari Cina
untuk dibudayakan di pulau Jawa. Usaha tersebut tidak terlalu berhasil dan baru berhasil
setelah pada tahun 1824 Dr.Van Siebold seorang ahli bedah tentara Hindia Belanda yang
pernah melakukan penelitian alam di Jepang mempromosikan usaha pembudidayaan dengan bibit Teh
dari Jepang. Usaha perkebunan Teh pertama dipelopori oleh
Jacobson pada tahun 1828 dan sejak itu menjadi komoditas yang menguntungkan pemerintah
Hindia Belanda, sehingga pada masa pemerintahan Gubernur Van Den Bosh, Teh
menjadi salah satu tanaman yang harus ditanam rakyat melalui politik Tanam Paksa ( Culture
Stetsel ). Pada masa kemerdekaan, usaha perkebunan dan perdagangan Teh
diambil alih oleh pemerintah RI. Sekarang, perkebunan dan perdagangan Teh juga dilakukan
oleh pihak swasta. |
|